Hikmah Puasa diBulan Suci Ramadhan
Oleh:IwanSumiarsa ( Pembina LBH KR )
mediakeadilanrakyat.id, Advetorial – Alloh mewajibkan Puasa Selama satu bulan lamanya kepada setiap orang islam sesuai perintah dalam Al Quran:
Kutiba ‘Alaikumus-Siyam” adalah potongan awal Surah Al-Baqarah ayat 183 yang berarti “Diwajibkan atas kamu berpuasa”. Ayat ini menegaskan kewajiban puasa Ramadan bagi orang beriman sebagaimana umat terdahulu, dengan tujuan akhir mencapai ketakwaan ( La’allakum Tattaqun)
Kewajiban itu berlaku bagi ummat islam yg telah baligh, dalam satu tahun ada 12 bulan tapi Alloh hanya mewajibkan cukup 1 bulan dalam setahun, lantas apa maksudnya dan apa keuntungannya bagi seorang muslim, ketika kita ingin mengetahui hal tersebut maka kita harus tafakur sejenak, apakah kita sebagai seorang muslim telah benar-benar tunduk dan pasrah pada ketentuan Alloh ? Ataukah selama ini kita hanya tunduk dan patuh pada hawa nafsu kita sendiri?
Dari perenungan tersebutlah kita bisa menyadari bhawa sejatinya diri seorang muslim adalah orang yg secara pribadi bagus hubungannya dengan Alloh karena konsekwensi syahadat ilahiyah, namun secara bersamaan kita harus konsekuen mengikuti sunnah nabi sebagai konsekwensi syahadat nabawiyah, kedua hal itu tidak bisa direalisasikan oleh kita karena selama ini penuh perebutan antara bisikan nafsu yang membawa kepada kedurhakaan dan bisikan hati nurani untuk membawa ketaatan, hal tersebut dijernihkan supaya kotoran yg melekat selama 11 bulan tersebut akibat kelalaian mengikuti hawa nafsu akan dibersihkan dikikis sehingga watak egois akan diganti menjadi istiqomah dalam taat, watak yang rakus akan diganti dengan watak baik berbagi dengan saudara sesama manusia tolong menolong, maka dari itu bahwa Puasa adalah merupakan ibadah habluminnalloh tapi berdampak sosial, sehingga kunci diterima atau tidaknya puasa seorang hamba yaitu :
1. ketika hatinya peka terhadap panggilan Alloh berupa Adzan diseru utk solat fardhu atau tergetar qolbunya apabila nama Alloh disebut, “wa ida dukirulloh wajikat qulubihum: apabila disebut nama Alloh maka begetarlah hatinya” y
2. baik dalam melakukan hablunminannasnya, apabila melihat kesusahan atau penderitaan sesama saudaranya (manusia maupun mahkluk Alloh lainnya) maka akan membantu mengulurkan tangan meringankan kesusahan orang lain dan begitu juga menjaga alam dan lingkungan hidup disekitarnya agar tetap kondusif.
Itulah gambaran Taqwa sebagai buah dari puasa sebulan lamanya, namun Kalau menurut ulama ahli tasawuf yang bernama Imam Kusyairi bahwa TAQWA itu mempunyai 4 makna yang melekat pada huruf :
1. T : Tawadhu (rendah hati tidak sombong)
2. Q : Qonaah (menerima apa adanya tidak serakah) sehingga pandai bersyukur.
3. W : wara (berhati- hati dalam mengucapkan sesuatu, bertindak dan mengambil keputusan) hati, lisan dan prilaku terjaga dari hal yang akan merugikan diri dan orang lain.
4. Y : Yakin (artinya orang taqwa selalu optimis yakin atas kekuasaan Alloh sehingga jauh dri pesimis karena melihat Alloh adalah sebagai sandaran kita didunia dan akhirat yang Maha Kuasa atas semua nya.
Semoga Puasa Bulan Ramadhan ini dapat menghantarkan diri kita sebagai orang yang bertaqwa memberikan manfaat untuk diri dan ummat. Menebar kasih sayang kepada semua mahkluk Alloh dan visioner dalam membangun bangsa untuk lebih maju lebih baik peradabannya.***
Hikmah Puasa di Bulan Suci Ramadhan








