Selamatkan Presiden RI dari Jeratan BOP, Suara Umat

OPINI mediakeadilanrakyat.id – BOP ( Board Of Peace ) Dewan Keamanan yang dibentuk oleh Penguasa Tunggal yaitu USA Donal Trump seolah-olah memaksakan Indonesia untuk menghantam & menikam dan mengintimidasi saudaranya sendiri, kenapa timbul pertanyaan itu? Karena melihat dari patar belakang sikap Usa telah beberapa kali membuat kebijakan yang merugikan bangsa lain, seperti invasi ke Irak dengan judul penyelamat dunia karena mau menghentikan produksi senjata nuklir di irak terinstal rezim Saddam Hussein lengser maka terkuat bahwa nuklir tidak terbukti dan diduga dibalik itu adalah soal SDA minyak, bahkan selanjutnya di Libya Muammar qodafi nasibnya tidak jauh dari Irak, dan juga yang baru-baru ini Venezuela,

Hal itu sudah wajar menurut dia karena merasa sebagai polisi dunia dan punya power sehingga seenaknya berbuat tanpa menghiraukan suara bangsa-bangsa lain didunia.

TAPI yang lebih memprihatinkan adalah ketika Indonesia mau menandatangani BOP dengan menyetorkan uang 16,9 Trliun, sikap yang dianggap hebat oleh USA justru sebaliknya dipandang lemah oleh rakyat indonesia, karena kondisi bangsa yang tidak mungkin akan mengikuti arahan dan keputusan penguasa tunggal dewan keamanan yang dibentuk sendiri oleh USA dalam misi menjaga kedamaian di Israel- Gaza Palestina karena 2 alasan sakral yaitu :

1. Alasan AYAT SUCI

“innamal mu’miniina ikhwatun” Sesungguhnya Mukmin itu bersaudara,  mu’min itu saudara atau maknanya bagaikan sedarah artinya sakit satu sakit semua menderita Palestina adalah derita indonesia karena terikat oleh iman. Tidak pantas sebagai orang beriman mengikuti keinginan USA (melegitimasi genosida yang dilakukan oleh israel lalu bersembunyi dibalik BOP dgn wajah humanis) itu mencederai moral keimanan anak bangsa.

2. ALASAN KONSTITUSI 

Yaitu dalam pembukaan UUD 1945 bahwa bangsa indonesia berjanji untuk menolak penjajahan diatas bumi karena tidak berprikemanusiaan dan peri keadilan. Jadi alasan kedua memperjelas dugaan ada penghianatan terhadap konstitusi ketika memperkuat posisi israel yang didukung oleh usa dengan membuat BOP (dewan keamanan).

Dua alasan diatas sudah cukup bagi anak bangsa untuk mengingatkan babak bangsa yaitu Presiden Prabowo yang telah menandatangani BOP, juga wajib mempertanyakan uang yang diberikan 16,9 Triliunan sebagai keanggotaan masuk BOP sesungguhnya uang tersebut dari mana sumbernya? Karena rakyat indonesia terutama masyarakat muslim tidak mungkin mau menyetorkan pajaknya ketika tau uang tersebut akan digunakan untuk BOP yang dibentuk USA.

Namun dari semua itu perlu jaga kita menyelami pemikiran dan hati Presiden sebagai Kepala Negara yang berjanji melindungi segenap bangsa sesuai amanat UUD 45, (melindungi rakyat dari sisi keamanan, kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan), dan apakah amanat bangsa tersebut bisa direalisasikan ketika negara tidak stabil karena mendapat ancaman besar dihadapan mata yaitu adanya tekanan dari USA mengenai tarif dagang 200% yang mana akan mempersulit indonesia dalam ekspor import, berikutnya konsekwensi indonesia yang banyak sumber daya alam tidak menutup kemungkinan hal itu jadi target USA sebagimana Venezuela dan Greenland.

Kita berkewajiban mengingatkan Presiden untuk mundur teratur dari BOP karena kondisi bangsa yang sedang berusaha keras memulihkan kondisi yang sedang ditimpa bencana alam, bahkan ancaman rawan pangan karena sulitnya para pencari kerja untuk mencari nafkah. Itupun jadi pertimbangan kuat lebih fokus menyelamatkan nasib bangsa lebih utama.

Menurut keyakinan penulis bahwa Presiden butuh bantuan rakyatnya untuk bersuara lantang menghentikan presidennya agar keluar dari BOP karena itu alasan kuat bagi presiden indonesia yang tertekan oleh bangsanya sendiri agar melepaskan rekanan dari USA.***

Penulis : Dr H.Iwan Sumiarsa, SH, MH, MAP,M.Pd.     Pembina LBH Keadilan Rakyat 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *